Rabu, 27 Oktober 2010

My Ali, Me and My Self....

27.10.2010 pkl 19:05. Saya duduk disamping suami saya yang saat ini kebetulan sedang berada di Jakarta. Ali sibuk dengan Autocadnya mengerjakan gambar rumah proyeknya. Saya sibuk ngebaca-baca blog org.


My Ali, bukan seseorang yang sempurna...Me My Self, juga bukanlah sosok yang sempurna. Tapi kebersamaan kami selama ini membuat sebuah kompromi-kompromi yang berjalan diantara kami, jauh dari kesadaran kami akan keadaan tersebut. Tapi saya sadar bahwa perjalanan masih amat sangat jauh bagi kami. Sangat jauh...mudah-mudahan akan tetap ada waktu bagi kami untuk saling berbagi dan memahami hingga saat tua kami nanti.





Minggu, 13 Juni 2010

Uthopia

Tiba-tiba saja dalam perjalanan saya menuju kantor hari ini, saya terpikirkan sesuatu. Sebuah pemikiran atas nama kemanusiaan.

Pemikiran ini muncul dari sebuah pertanyaan dalam benak saya, mengapa manusia berjuang untuk membela Tuhan Sang Maha Pencipta? Tiba-tiba saja banyak sekali bermunculan pasukan-pasukan pembela Tuhan, Penyelamat Tuhan. Jelas dan nyata benar hal tersebut berkembang di bumi pertiwi ku Indonesia. 5 agama yang diakui, dan kelima-limanya memiliki pasukan pembela Tuhannya. Para pembela Tuhan ini seakan mendapatkan amanat dari Sang Pencipta untuk membela Sang Maha Pencipta. Atas nama Tuhan, maka segala sesuatu menjadi halal.

Namun dari apa yang saya lihat, para pasukan pembela Tuhan ini tidak mendatangkan apapun selain kesengsaraan umat manusia, kebencian, dan kedengkian. Permusuhan yang abadi dalam diri setiap manusia. Terkadang sedih melihatnya, karena saya pun seringkali terjerumus kedalamnya. Terjerumus dalam kondisi yang tiba-tiba membuat saya menjadi Si Pembela Tuhan. Terjerumus dalam permusuhan abadi. Butuh waktu lama untuk menyadari, dan hanya dua hal yang kemudian menyadarkan saya akan ketersesatan saya, KESADARAN DAN HATI NURANI.

Kembali hati nurani saya bertanya, apa yang saya hasilkan dan dapatkan (outcome dan output) dari segala perbuatan saya? iya, hanya 3 hal tersebut tadi. Tuhan Maha Kuasa, Maha Segalanya, bahkan selalu disandingkan dengan gelar Tuhan Maha Pencipta. Aku, kamu, dia, mereka, kita semua mahluk ciptaannya. Maha Kuasa Tuhan dengan Segala Penciptaannya. Lalu, Jika Ia Maha Kuasa, mengapa harus saya menjadi pasukan Pembela Tuhan? Pasukan pembela yang hanya memunculkan musuh keabadian diantara sesama manusia. GOD DOES NOT NEED HUMAN HELPS, WE ARE WHO NEED GUIDANCE FROM GOD.

Dunia ini begitu Indahnya, terlalu Indah dilewatkan dalam kebencian untuk saling membela Tuhan sesuai dengan apa yang diyakinkan. Terlalu indah dilewatkan dengan kesia-siaan bahwa waktu hanya sedikit sekali bagi sebuah kehidupan.

Seandainya saja seluruh pasukan pembela Tuhan yang ada di seluruh muka bumi ini beralih menjadi pasukan pembela kemanusiaan, pasukan pembela dan penyelamat lingkungan. Bagaimana kehidupan akan menjadi? bagi saya, kamu, mereka, anak cucu nanti....aaahhh...seperti sebuah utopia, apakah hanya akan menjadi utopia kah?




Minggu, 18 April 2010

Mobil Impian....


Beberapa hari ini, saya lagi gandrung banget dengan mobil-mobil besar. Dari sekian banyak pilihan model gambar mobil besar, akhirnya pilihan saya jatuh pada KIA Sorento LX 4 X2......kemudian saya pun mulai tertarik melihat apa aja kecanggihan yang dipunyai mobil ini yang semakin mendukung tampilan luarnya yang menurut saya udah sangat "greng" banget...

Akhirnya saya pun buka webnya di www.kia.com Well, I Don't Understand a bit about machines and stuff, seperti yang saya baca di webnya. Tapiiii...saya mengerti 1 hal, yaitu safety system yang mendukung mobil ini. Inti detailnya adalah : " Sorento is Equipped with safety system that are designed to help minimize injuries when accident is unavoidable...its includes Dual Front airbags and seat mounte side airbags to guard the driver and front passenger. Side Curtain airbags to help protect occupant in the front and second row....dan yang paling oye adalah they provide Child-seat latch system-----> ouuugghhh gorgeous!!!!!

Setidaknya saya akan punya mobil jenis ini dalam 10 tahun ke depan...hahahhahaahha..masih lama ya?! Nda apa-apa toh......its my dreamed car anyway...hohohohohoo...bermimpilah kawan maka dunia akan memeluk mu.....

Ngutak-Ngatik Blogspot

Akhirnya saya bisa menulis kembali dengan normal.....Ternyata seru juga ngotak-ngatik Blogspot ini...hohohohoho..apalagi ya yg bisa dilakukan??

Rabu, 07 April 2010

HELP ME....

Saya bukan orang yang ngoyo teramat sangat dalam melakukan sesuatu, tapi TODAY yes HARI INI, saya tiba-tiba disodorkan sebuah pertanyaan dari diri saya sendiri "what is your next goal keke????"

Dan biasanya saya punya banyak banget cita-cita, tapi malah sekarang bingung mau ngelist apa yang dicita-citain. huhuhuhuhuh...GOD help me....

Sabtu, 13 Februari 2010

I am Getting Married Soon

I am Getting Married Soon....


I Don't Know How To express what i feel inside, but When I Know The Date...I just relieve....no other expression can express it...Well, its gonna be a quick traditional wedding preparation then....


I hope it will runs just smooth.....

Selasa, 07 Juli 2009

Talking about idealistical....

I was once aspiring to become a history teacher. It was my biggest dream ever after I graduated and had by bachelor degree. And now here I am end up in the office that I am afraid I will slowly kill my mind and make my self like a dull.

The competition in the office forced a person to become an assassination of a character… They seems to show me, that it is not necessary for a person to have a bright mind and sincere attitude. Defamation is so easily happened here in my office

Meanwhile I see my country die down for the proud to become an Indonesian nationality…it is quite funny for me every time I see, heard or discuss how my friend, peoples talking about how worse the government control our state, how they lack of information about history of our nation, how they become proud and even fight with their blood for something that have no concerned with our people (Indonesian people)..

Phuuueeefff….what am I talking here?!! It all craps!!!

Jumat, 03 Juli 2009

I will learn to write and speak in English henceforth.....

I declared my self to learn and write in English languages more often henceforth. It all begin on my English class at the office, when one of my friend - if I may said that to him, who likely loves to bluffing and said an awful thing about me in the office- show and breath sneeringly towards me, when I asked a question to the teacher. He don`t even know how used keyboard of the computer or he don`t even know how to saved file and renamed the file.

It was ridiculousness in my opinion, when he stated the legitimation date just based on when the date of the news in the media.com published it. You can not use legitimation date based on the media published it in the news paper. you should see the date that is been written on the decree -at least that what i have learned on my time in collage.

Whatsoever, I have declared henceforth to learn English like a beaver.


Senin, 29 Juni 2009

Cerita pada sahabat

Membayangkan bercerita pada seorang sahabat bagi ku adalah seperti menceritakan kisahku pada goresan-goresan dalam pasir putih tepi pantai. Ku gores tiap kata menjadi kalimat, menumpahkan semuanya pada mu sahabat, dari fajar menyingsing hingga terbenam matahari.... semua ku goreskan pada hamparan butir pasar tepi pantai...

Saat malam menjelang, semua goresan itu hilang tersapu ombak. Tapi saya puas, karena saya yakin pada mu sahabat bahwa semua cerita saya akan menjadi rahasia bagi mu. bersamaan dengan goresan terakhir di hamparan pasir tersebut, cawan ini pun telah kosong...saya harus kembali sahabat, pada dunia maya yang orang bilang "realitas" .

Saat nanti cawan ini penuh, saya akan kembali dan banyak lagi yang akan saya ceritakan pada mu sahabat........

Sebuah puisi untuk Papa...

Membuka kembali tulisan lama, sebuah tanggal terpatri jelas disana 2 Februari 2004. Dalam sebuah waktu di masa itu, papa mengantar saya kembali ke Semarang di Stasiun Senen. Masih jelas terpatri dalam memori saya, bagaimana situasi saat itu, bagaimana emosi yang terluap di dalam dada. Mengucap syukur saya pada Sang pencipta, karena memiliki Papa seperti dirinya dalam segala kurang dan lebihnya....hanya singkat puisi tercipta atas masa itu., namun kekuatan kata-kata yang telah tercipta masih terasa kuat hingga saat ini.


Puisi ku untuk Papa....

Dalam bola mata nan syahdu

Ku tangkap wibawa mu dan sebuah kesederhanaan akan hidup…

Terima kasih Papa...

Inilah Pertemanan ku dengan "Manusia Sempurna Penuh Kharisma"

Saya mengenal sesorang yang unik....temen cerita yang menyenangkan....kegilaan terjadi ketika ia mulai bercerita, karena timbulah sedikit keanehan dalam cara kami berkomunikasi. Sudah lama tak bertemu muka denganya, tapi tanpa perlu bertemu pun, dan hanya melalui kata, dirinya bisa tau "what happend with me". Saat berusaha untuk mengingat siapa dan bagaimana sebuah diri, dia hanya mengirim satu kalimat "keke, kamu itu mempesona". Keanehan dalam komunikasi yang terjadi karena entah mengapa setelah lama berkomunikasi dengannya, saya bisa bingung dengan siapa saya berkomunikasi. "Dia bukan dia tapi dia adalah dia"Gila kan?!? tapi tetep saja saya jabanin....entah kenapa saya bisa ikut dalam permainan otaknya. Tapi sekali lagi ini sesuatu yang aneh, membingungkan, karena kami bukan sahabat juga bukan teman. Tidak ada hubungan, menurutnya demikian kami cuma saling mengenal. "kind a strange relationship isnt it?". Karena cuma kita, kami, aku, saya dan kamu yang tau bahwa tidak ada apa-apa.....tapi kami masih bisa saling bercerita terbuka....tidak ada ikatan.....sehingga tidak perlu ada salah paham...tidak pernah ada kesalahpahaman....yang ada hanya komunikasi...dan sampai sekarang pun masih seperti demikian. Saya ingin sekali menemuinya di Solo sana....mudah-mudahan bisa terwujud bulan Juli nanti...saat waktu membawa saya pada sebuah perjalanan menuju pertemuan.

Sabtu, 27 Juni 2009

Angin Sampaikan Asaku



Ada sebuah "harap" yang ingin sekali bisa disampaikan padanya
Tapi antara aku dan dirinya ada etika yang harus dihormati
Maka "harap" itu, hanya menjadi asa bagi ku....
Berbisik aku pada angin
Berharap angin membawa asa ku melambung hingga bukit sari nya....
Sampaikan padanya dalam tiap hembusan mu, bisikan pada alam akan asa ku
Karena pertemuan adalah sebuah adalah kehendak semesta alam Betara Jagat


My hope is my greatest happiness, and i have prayed it at July 16th 2008, sepenggal puisi yang tersampaikan pada angin bulan July 2008

Ketika seorang teman menanyakan dimana kebahagiaan


( Ini adalah sebuah tulisan lama, dan kali ini menjadi refleksi buat saya)

Seseorang bertanya, meminta tolong tepatnya atau lebih tepatnya lagi bertanya sambil meminta tolong. Bagaimana menemukan bahagia? Apakah murah atau sebegitu mahalkah itu? Awalnya saya hanya sekedar sekilas lalu membaca petikan pertanyaan orang itu. Saya diamkan, karena apa peduliku ? lalu saya menyadari sesuatu, dan petikan pertanyaan sesorang itu membawa diri saya pada dimensi renungan pribadi.

Pernahkah saya juga mengalami rasa yang sama dengannya? Mencari kebahagiaan?bertanya bagaimana menemukan kebahagiaan? Pernahkah saya sebegitu putus asanya dalam mencari kebahagiaan? Yang jelas saya ingat, saya pernah merasakan kehampaan. Tapi pada saat itu bukan karena saya tidak bahagia. Hanya saja saya merasa hampa.

Saat saya merasa hampa, saya seperti kehilangan, tapi bukan kehilangan kebahagiaan. Saya merasa hampa karena pencarian sebuah pengisian jiwa. Yang mana hal itu berpengaruh pada apa yang saya rasa tentang kebahagiaan. Karena ketika jiwa saya hampa, saya cenderung memilih untuk mengurungkan diri dalam "cangkang". Menutup diri dari kepedulian, menjadikan diri asing bagi mereka, menjadikan kebahagiaan sesuatu yang hambar tak berasa. Aku menjadi dingin.... I become so numb.

Saya bersyukur, bahwa tidak pernah merasa tidak bahagia. Tetapi saya yakin kebahagiaan dapat menjadi hambar ketika rasa hampa itu datang menghampiri. Kembali pada petikan sesorang yang sempat saya acuhkan......petikan ini saya ingat lagi, ketika seorang sahabat mengirimkan email.....dengan subject Bersyukur.

Setelah membacanya, saya menghela nafas. Betapa saya sering tidak bersyukur, terlalu sering saya menjalani hidup dengan mempertanyakan kenapa?kenapa?kenapa? Pertanyaan itu sepertinya saya protes dengan Penciptaku......merasa saya tidak pernah mendapatkan apa yang saya inginkan.....pertanyaan kenapa?kenapa?kenapa? Seperti membuntukan pikiran saya, bahkan langkah saya, karena saya terlalu sibuk dengan kenapa?kenapa?kenapa?

SAYA MERASA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN APA YANG SAYA INGINKAN, padahal ternyata keinginan saya seperti jurang tak bertepi...tiada habisnya...keinginan manusia memang benar adanya seperti jurang tidak bertepi, kalau tidak demikian maka tidak mungkin akan ada pernyataan bahwa SAYA MERASA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN KEINGINAN SAYA Ketidak bertepian itu membuat saya berpikir selalu merasa tidak pernah mendapatkan apa yang saya inginkan, padahal Yang Maha Kuasa mengetahui tepatnya apa yang saya BUTUHKAN. Tidak mendapatkan apa yang saya inginkan membuat saya merasa hampa, saya yang memutuskan untuk menjadi hampa. Saya harus banyak menyadari bahwa saya telah mendapatkan apa yang saya butuhkan, untuk kemudian membawa saya keluar dari dimensi kehampaan dan merasakan kebahagian sejati.

Kamis, 25 Juni 2009

Perpisahan dengan galau dalam dimensi kehampaan

Malam ini ku baringkan lelahku dan penat
Ku masuki sebuah dimensi kehampaan dalam pembaringan…….
Kutinggalkan segala dunia ku untuk menemuimu dalam dimensi ini....
Dalam ruang yang telah tercipta lama sebelum aku sadar dia telah tercipta.
Setiap kejengahan membuatku memasuki kembali dimensi itu, mencari sebuah kenyamanan...
Seperti saat malam ini.... engkau yang tidak pernah ku kenal selalu menghadirkan rindu.
Membawa kenyamanan walaupun dengan hanya dalam sebuah dimensi yang ku ciptakan tanpa sadar...
Tanpa perlu saling menyentuh, bersapa, hanya melihatmu......
Mengapa pergi begitu cepat?mengapa kau tinggalkan?
Dalam keras sebuah watak tersimpan kasih yang membuatku nyaman.
Tapi mengapa hanya dalam dimensi ini kau ada?
Ingin lama tinggal, tapi tidak bisa......
Aku akan datang lagi, memasuki dimensi ini saat lelah dengan penat
Saat ingin tanggalkan realitas yang membingungkan, yang hanya menyeret dalam rollercoster kehidupan...
Bahagia..sedih...cemas...g
embira...air mata...tawa...yang ternyata hanya membawa lelah.......
Namun semua itu lenyap, saat memasuki dimensi itu....
Seluruh ruang hampa hanya ada sosok kehadiran mu...
Bersama bayang aku menari....
Berjingkat mengikuti irama sebuah nafas dimensi dalam kehampaan.....
Berputar—putar dalam irama yang tercipta tanpa suara.....


(sebuah pertemuan dalam ruang hampa bersama "Sang Demonstran")